artikel Kesnak Kesnak Sapi

Penyakit Cacingan Ascariasis Pada Sapi

Ascariasis adalah penyakit kecacingan yang disebabkan oleh infestasi cacing nematoda, yaitu Toxocara vitulorum atau disebut juga Ascaris vitulorum. Pada hewan yang sedang bunting, masa menjelang kelahiran dan masa laktasi akan terjadi penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga memicu larva cacing yang dalam keadaan tidak aktif dan tersembunyi di otot atau organ tubuh yang lain menjadi aktif, lalu bermigrasi ke kelenjar susu atau plasenta sehingga menular pada anak (pedet). Gejala Penyakit
  • Dehidrasi.
  • Bulu berdiri dan kusam.
  • Nafas berbau asam butirat.
  • Infestasi dalam jangka lama dapat menyebabkan anemia.
  • Terkadang disertai batuk dan demam.
  • Infestasi yang parah mengakibatkan kelumpuhan.
  • Radang pada mata.
Penularan Terdapat tiga cara penularan, yaitu :
  • tertelannya telur cacing secara tidak sengaja.
  • melalui plasenta pada tahap fetus dalam kandungan.
  • melalui kolustrum pada saat menyusu ke induknya.
Penularan dari induk ke anak melalui kolustrum terjadi pada pedet berumur 2 hari dan selanjutnya menurun hingga berumur 10 hari. Pengobatan
  • Pengobatan pada induk agak sulit dilakukan karena larva instar III (L3) sudah tersembunyi di otot/organ tubuh, namun dapat diatasi dengan pemberian ivermectin
  • Eprinomectin dapat diberikan dengan dosis yang disarankan pada brosur.
  • Untuk injeksi harap menghubungi dokter hewan setempat.
Pencegahan
  • Menghindari menggembalakan pedet pada lahan yang tercemar telur ascaris atau digembalakan bersama sapi dewasa yang memiliki riwayat menderita ascaris.
  • Pada daerah endemis, obat cacing dapat diberikan pada pedet yang berumur 10 – 16 hari.
  • Menjaga kebersihan kandang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *