artikel Kesnak Kesnak Sapi

Pengobatan Mumifikasi Pada Sapi

Pengobatan
  • Untuk menangani kasus mumifikasi harus menghubungi dokter hewan setempat karena tidak mudah untuk mendiagnosa mumifikasi
  • Prinsip penanganan mumifikasi adalah agar janin yang mati di dalam rahim dapat dikeluarkan, yaitu dengan cara menyuntikkan hormone estrogen, oksitosin dan prostaglandin.
  • Dalam kasus tertentu dapat juga disuntik hormone prostaglandin F2alpha dan histeretomi (pengangkatan rahim).
Pencegahan Menjaga kondisi sanitasi kandang supaya selalu bersih MUMIFIKASI
  • Mumifikasi adalah kejadian kematian janin pedet dalam rahim induk dan tidak dikeluarkan dari rahim oleh induk sapi (tanpa disertai dengan aborsi/keguguran).
  • Gangguan reproduksi ini juga diikuti dengan penyerapan cairan janin oleh dinding Rahim sehingga tubuh janin menjadi kering dan mengeras.
  • Sering terjadi pada kebuntingan 4 – 7 bulan.
Secara garis besar, mumifikasi dibagi menjadi dua tipe, yaitu :
  • Mumifikasi hematic
Terjadi karena adanya pendaharan pada rahim bagian dalam dan membran fetalis. Tipe ini dapat terjadi pada semua umur kebuntingan, umumnya pada bulan ke 3 – 8.
  • Mumifikasi papyraceous
Tipe ini terjadi apabila dalam kandungan terdapat dua janin, yaitu salah satu janinnya mengalami kematian dan janin lainnya masih tetap hidup. Umumnya janin terlahir dalam keadaan mati kering terbungkus oleh selubung fetusnya dan selubung ini basah mengkilat. Penyebab mumifikasi Mumifikasi dapat disebabkan oleh agen yang infeksius dan non infeksius.
  • Beberapa agen infeksius yang menyebabkan mumifikasi antara lain
  • Bakteri Campylobacter
  • jamur,
  • bakteri leptospira
  • virus BVD-MD. Agen ini menyebabkan kematian janin
Agen non infeksius antara lain :
  • tali pusar
  • janin terlilit,
  • cacat plasenta,
  • hormon yang tidak normal, termasuk kelainan kromosom.
Gejala Penyakit
  • Induk gagal birahi.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Susah buang air besar dan tinja mengeras.
  • Induk terlihat gelisah dan kesakitan.
  • Waktu berdiri, induk selalu melihat ke belakang disertai mengejan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *