artikel Kesnak Kesnak Sapi

 Pengobatan Anestrus

Pengobatan

  • Melakukan penyuntikan hormon pada sapi betina. Hormon yang digunakan dapat dikonsultasikan dengan dokter hewan setempat.

Pencegahan

  • Manajemen pemeliharaan yang baik dengan memberikan pakan dengan nutrisi dengan kadar karbohidrat, lemak dan protein yang memenuhi standar kebutuhan hidup sapi

Anestrus

Anestrus adalah kondisi pada sapi betina yang tidak menunjukkan gejala birahi (estrus) dalam jangka waktu yang lama.

Tidak adanya gejala estrus ini dapat disebabkan oleh tidak adanya aktivitas indung telur atau birahi tidak teramati.

Gejala Penyakit

Faktor Penyebab:

  • Pertumbuhan folikel belum sempurna.
  • Menurunnya sekresi hormon gonadotropin.
  • Hewan dalam keadaan bunting.
  • Hewan sedang laktasi.
  • Kualitas pakan yang rendah karbohirat, lemak dan protein.

Faktor Penyebab non infeksius :

  • Karena genetik :
  • hipoplasia ovarium (induk telur tidak berkembang karena keturunan).
  • agenesi ovaria (sapi tidak mempunyai indung telur karena keturunan).
  • freemartin (adanya migrasi hormon jantan dari sapi jantan ke sapi betina kembarannya).
  • kelainan pada rahim.
  • mulut rahim ganda.
  • perlekatan bibir alat kelamin betina.
  • atresia vulva.
  • kelainan indung telur dan rahim yang menyebabkan korpus luteum persisten.

Karena hormonal :

  • kista luteal (karena tingginya hormon LH, sel folikel yang matang gagal ovulasi).
  • kista folikel indung telur (karena rendahnya hormon LH, menyebabkan gagalnya pelepasan sel telur).
  • Kista korpora luteal : menyebabkan hormon progeteron rendah.
  • Silent birahi (birahi tidak nampak).
  • Delay ovulasi (Ovulasi yang tertunda).
  • Penyakit kronis (seperti kecacingan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *