artikel Kesnak Kesnak Dokam

Penanganan Rumen acidosis Pada Domba Kambing

Acidosis pada kambing atau domba disebabkan oleh terlalu banyak pemberian biji-bijian atau konsentrat. Kondisi ini bisa menyebabkan keasaman rumen kambing atau domba berubah dan juga mempengaruhi jumlah populasi bakteri pada rumen kambing atau domba. peningkatan asam dalam rumen kambing atau domba menyebabkan peradangan pada dinding rumen dan kemampuan bakteri untuk mencerna serat menjadi berkurang. Gejala acidosis pada kambing atau domba biasanya depresi, kambing atau domba tidak mau makan, kembung, mencret dan kadang-kadang mati. Untuk pencegahan pemberian konsentrat seharusnya diberikan secara perlahan untuk memberikan waktu rumen menyesuaikan. Tanda-tandanya adalah kotoran kambing atau domba yang menggumpal seperti kotoran sapi dan kalau diarenya parah kotoran kambing atau domba bisa berbentuk cair. Feses kambing atau domba diare biasanya juga disertai darah, lendir dan bau. Akan tetapi penyebab dari diare pada kambing atau domba tidak bisa ditentukan hanya dari warna dan bau feses dari kambing atau domba. Biasanya terjadi karena adanya gangguan pada saluran pencernaan yang bisa disebabkan oleh bakteri, makanan yang rusak, serta lingkungan atau udara dingin. Gejala klinisnya: kambing atau domba tampak lesu, lemah dan juga pucat. Kotoran kambing atau domba berwarna hijau muda, hijau mengkilap, hijau kekuningan, hijau kemerahan atau hijau kehitaman. Jika disebabkan makanan, maka hindari pemberian daun kacang-kacangan dan daun muda. Jika karena penyakit bisa diberi jamu dari campuran daun jambu biji, garam dapur dan 1 gelas air kelapa, lalu berikan 1/3 gelas selama 3 hari berturut-turut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *