artikel Kesnak Tutorial Kesehatan Ternak

Penanganan Kembung (Bloat) Pada kambing atau domba.

Penanganan Cepat

Pengobatan Secara Tradisional

  • Sediakan minyak nabati seperti, minyak kelapa, minyak kedali, atau minyak sawit. Takaran 100-200 ml atau sekitar ½ gelas sampai 1 gelas, carannya dengan mencokoki minyak tersebut kedalam mulut melalui mulut samping.
  • Kambing dicekok 200 cc minuman bersoda seperti coca-cola atau sprite. Balur perut kambing dengan bawah merah yang telah dihaluskan, selanjutnya dicampur dengan minyak angin. Jika angin telah keluar melalui anus, kedua kaki kambing depan diangkat keatas, sambil sisi perut dijepit dengan kaki kita. Kita usahakan kambing selalu dalam keadaan berdiri dan mulutnya dalam keadaan terbuka, bisa ditaruh kayu dengan melintang.
  • Dengan mencokoki minuman 1 sachet/kemasan jamu anti masuk angin untuk manusia, diberikan minuman bersoda, kemudian mengoleskan minyak kayu putih.
  • Ini adalah bagian agak ekstrem, yaitu dengan menusukan anus kambing, dengan tangkai daun papaya yang sudah dioleskan dengan minyak seperti minyak goreng, sehingga kambing tidak akan terluka. Selanjutnya, kedua sisi perut kambing dijepit, jadi gas nya akan keluar melalui tangkai daun papaya.

Pengobatan Secara Medis

  • Anti Bloat (bahan aktif: Dimethicone), sedang untuk kambing/ domba: 25 ml obat diencerkan dengan 250 ml air, kemudian diminumkan.
  • Wonder Athympanicum, sedang untuk kambing/ domba: 5 – 20 gram, dicampur air secukupnya, kemudian diminumkan.Seekor kambing bisa diberi 30—50ml Tymposol yang telah dicampur dan dilarutkan ke dalam 0,3—0,5 liter air.
  • Pemberian booster metabolisme untuk memperbaiki metabolic kambing atau domba,

Penanganan Fisik

  • Membuang tekanan gas dengan paksa dengan cara melubangi dinding perut.
  • Bisa dengan menggunakan trokar (semacam penusuk, mirip paku tapi lebih besar) yang ditusukkan pada perut kiri atas, di belakang tulang rusuk.
  • Gas yang terjebak dapat keluar melalui lubang tersebut.
  • Apabila trokar tidak tersedia, sembarang alat yang tajam sepeti jarum suntik, jarum besar atau paku dan pisau bisa juga digunakan untuk membuat lubang sedalam kira-kira 2,5 cm. Setelah ditusukkan, pisau jangan dicabut, tapi diputar miring sehingga gas bisa keluar
  • Namun demikian tindakan ini sebaiknya dipandang sebagai cara terakhir, karena bila salah dapat merobek rumen.
  • Apabila ini terjadi dokter harus melakukan jahitan dan memberikan antibiotik untuk menghindari infeksi.
  • Bloat atau kembung merupakan gangguan metabolic pada saluran pencernaan khususnya di rumen. Hal ini disebabkan oleh produksi gas berlebih di rumen dan ternak sulit untuk mengeluarkannya. Banyak cara untuk mengatasi bloat yaitu dengan melubangi bagian rumen agar gas dapat keluar. Selain itu juga dengan suplementasi minyak nabati yang mengandung asam lemak tak jenuh dapat mengurangi bloat.

Pencegahan

  • Pemberian komposis pakan antara rumput dan leguminosa sesuai porsinya yang benar
  • Melayukan hijauan yang akan diberikan terlebih dahulu
  • Beri hijauan kering selama musim hujan sebelum dilepas di padang pengembalaan
  • Jangan menggebalakan ternak terlalu pagi karena rumput masih basah
  • Hindari memberi ternak dengan rumput atau daun-daunan muda dan tanaman leguminosa (kacang-kacangan) saja
  • Jangan membiarkan ternak terlalu lapar
  • Jangan memberikan makanan yang sudah rusak/busuk/berjamur
  • Hindari pemberian rumput/ hijauan yang terlalu banyak, lebih baik memberikan sedikit demi sedikit tetapi sering kali.
  • Ternak sebaiknya dikandang atau tidak dibiarkan lepas begitu saja tanpa pengontrolan.
  • Jika harus diangon sebaiknya ternak diikat dan segera dimasukkan ke kandang jika cuaca mendung atau akan turun hujan agar ternak tidak kedinginan dan masuk angin.
  • Dinding kandang sebaiknya dibuat rapat agar ternak tetap hangat saat udara dingin dimalam hari atau saat turun hujan.

MENGENAL KEMBUNG

Kondisi cuaca yang silih berganti, musim hujan dan musim kemarau, sering mengakibatkan munculnya Penyakit kembung pada kambing atau domba. Adalah kondisi perut kambing atau domba berisi banyak gas yang disebabkan adanya pencernaan yang terganggu oleh pakan dalam lambung kambing atau domba yang mengalami proses fermentasi yang berjalan cepat (aktivitas mikroba rumen terganggu) dan tidak dapat mengeluarkannya dalam bentuk kentut. Tingginya akumulasi gas dalam perut menekan organ dalam tubuh yang lain dan menimbulkan kesakitan. Sehingga kambing atau domba pun melakukan pernapasan dengan mulut terbuka akibat frekuensi pernapasan yang tinggi.

Penyebabnya

  • Jadwal makan kambing atau domba tidak teratur.
  • Terganggunya metabolisme kambing atau domba disebabkan berbagai hal termasuk kurang nutrisi, perubahan cuaca (memasuki musim panca roba salah satunya).
  • kambing atau domba makan sumber pakan yang masih banyak memiliki kandungan air.
  • kambing atau domba makan rumput, tanaman, pohon yan masih muda.
  • kambing atau domba makan pakan hijauan yang berasal dari kacang-kacangan, bijian-bijian yang digiling halus dalam bentuk tepung,
  • Tanaman, atau tumbuhan yang ditaman kemudian diberi pupuk urea. Jika kambing atau domba yang mengalami kembung, dan mengeluarkan buih, biasanaya pakan yang dimakan adalah banyak memiliki kandungan saponin, semacam zat yang berbuih, seperti yang terdapat pada sabun.
  • Bisa juga disebabkan oleh kambing atau domba dalam keadaan bunting, kekurangan darah, lagi sakit, badan lemas, ataupun kambing atau domba sedang dalam proses penyembuhan dari sakit.
  • Manajemen perawatan yang buruk.
  • Ternak sering dibiarkan berkeliaran dan kehujanan.
  • Udara yang dingin dan hembusan angin yang mengandung air atau embun.
  • Letak janin dan rumen yang mengalami pergeseran dan penyempitan pada kambing yang baru hamil.
  • Ternak yang mengeluarkan liur berlebihan dan keasaman tinggi.
  • Kontruksi dan letak kandang yang tidak layak.

Gas dari pakan yang menyebabkan kambing atau domba kembung berasal dari aktivitas fermentasi yang terjadi pada perut besar (rumen). Aktivitas fermentasi ini tidak seperti biasanya, sehingga gal dalam rumen tidak dapat keluar dengan cepat. Sehingga banyak gas yang terperangkat dalam perut. Gas yang muncul ini antara lain: gas methana, KarbonDioksida(CO2), dan lain-lain. Gas-gas inilah yang mengakibatkan kambing atau domba mengalami penyakit kembung.

Tanda klinis / Gejala

  • Tanda klinis yang jelas terlihat adalah perut kambing atau domba yang membesar atau membengkak akibat penumpukan gas dalam rumen.
  • Kambing sakit, akan merasa sulit untuk bernapas, gelisah, dan kambing banyak diam.
  • Bagian yang mengalami kembung, bagian kiri, bila diketuk-ketuk dengan jari tangan, seperti bunyi bedug, bola kosong
  • Biasanya akan keluar cairan bewarna bening pada hidung kambing
  • Rasa sakit yang ditimbulkan akan membuat kambing atau domba mendengus
  • Ternak akan menendang–nendang ke sisi kiri.
  • Punggung kambing atau domba juga membungkuk, nada denyut jantungnya akan semakin lemah
  • serta saat berbaring kambing atau domba akan sulit untuk bangun kembali.
  • . Pada saat terlentang atau terbaring, kambing akan menjulurkan lehernya, untuk mengeluarkan angin.
  • Pada tahap kritis, kambing akan terjatuh, dan akan susah untuk kembali bangun, jika hal ini dibiarkan, dan tidak segera diambil tindakan, kambing akan mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *