artikel Kesnak Kesnak Dokam

Penanganan dan Pencegahan Pink Eye Pada Domba Kambing

Langkah-langkah Pengobatan yang harus dilakukan :

 

  • Tempatkan pada kandang yang teduh untuk menghindari kontak dengan cahaya matahari dan menempelkan kain di bagian mata.
  • Selanjutnya hewan ternak akan diberi antibiotik seperti tetracyclin atau tylosin untuk menghilangkan penyakit.
  • Beberapa jenis antibiotik yang sering digunakan dalam pengobatan pink eye seperti larutan zinc sulfat 2.5%, salap mata sulfathiazole 5%, bacitrasin salap (R282), atau kombinasi anti bakterial dengan anestesi lokal (R289) atau serbuk urea-sulfa, yang digunakan secara lokal. Bisa juga dengan tetracycline, oxytetracycline/polymyxin B, atau erythromycine salep, yang diberikan 3-4 kali sehari, atau dengan pemberian larutan perak nitrat 1,5% (8-10 tetes) yang diberikan dengan interval 2-3 kali per minggu. (Blood dkk., 1983)
  • Cara yang paling ekonomis dalam pengobatan Pink eye yaitu dengan furazone powder atau penyuntikan LA 200 secara intra musculus maupun diteteskan pada mata, tetapi waktu yang dibutuhkan untuk penyembuhan sangat lama. Adapun Komposisi LA 200 terdiri atas : Gentamycin 100mg/ml : 10 ml, Dexamethasone, 2mg/ml : 10 ml, Aquadestilata : 10 ml. (Anonymous, 2005)
  • Peternak juga biasanya menggunakan saleb mata untuk mempercapat proses penyembuhan. karantina pada hewan ternak yang terkena pink eye
  • menjaga kebersihan kandang terutama dari genangan air.
  • Konsultasikan dengan dokter hewan untuk penanganan pengobatannya

 

Pencegahan

  • Memusnahkan hewan karier yaitu hewan yang dianggap sebagai sumber infeksi segera diisolasi dari kawanan ternak
  • Hewan yang terinfeksi segera dikandangkan (isolasi) pada tempat yang gelap, guna untuk menghindari kontak dengan hewan yang sehat baik secara langsung atau tidak langsung seperti dinding kandang, air minum tempat pengembalaan dengan demikian dapat terhindar dari lalat yang merupakan vektor dari jasad renik tersebut.
  • Sanitasi yaitu dengan menjaga kebersihan kandang serta lingkungan yang bersih serta terbebas dari genangan air.
  • Mengurangi jumlah hewan di dalam kandang. Akibat terlalu padat hewan didalam kandang dapat menyebabkan kontaminasi sesama.
  • Pemberian makanan yang cukup mengandung vitamin A atau padang pengembalaan yang baik sehingga dapat terhindar timbulnya infeksi.

 

Penanganan yang tepat dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci untuk mencegah terjadinya pink eye pada hewan ternak.

Pink eye

 

Pink eye adalah penyakit mata yang menyerang hewan ternak terutama sapi, kerbau, domba, dan kambing atau domba. Penyakit ini bersifat menular dan biasanya menyerang hewan ternak yang lebih muda. Pink eye menyerang bagian konjungtiva yaitu bagian terluar mata. Peradangan ini menyebabkan warna mata yang awalnya putih menjadi kemerahan. Hewan ternak yang terkena pink eye jika tidak ditangani akan mengalami kebutaan yang berakibat penurunan bobot ternak. Pink eye sering disebut juga penyakit bular mata/ radang mata/ katarak, atau kelabu mata yang sering terjadi pada kambing atau domba maupun domba.

Pink eye disebut juga penyakit epidemik, karena ditempat yang telah terinfeksi dapat berjangkit kembali setiap tahunnya. Penyakit ini sering timbul dengan tiba-tiba terutama pada hewan dalam keadaan lelah. (Blood, dkk, 1983).

 

Penyebab terjadinya pink eye.

Penyebab utama dari pink eye adalah bakteri dengan nama moraxella bovis pada sapi dan rickettsia colesiota pada  kambing atau domba. Penyakit ini lebih sering menyerang hewan ternak pada musim kemarau.

Cara penularan pink eye dapat melalui :

  • kontak langsung antar hewan ternak.
  • lalat juga menjadi perantara penyebaran piNk eye pada hewan ternak.

 

Penyakit ini bersifat epidemic artinya dapat menjangkit kembali di tempat yang sama.

Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya infeksi pink eye yaitu lalat, debu, kelembaban, musim, kepadatan hewan di dalam kandang serta kualitas makanan.

Gejala

  • Masa inkubasi penyakit ini biasanya 2-3 hari, kadang-kadang lebih panjang,
  • hewan penderita mengalami demam,
  • depresi dan
  • penurunan nafsu makan,
  • mata mengalami konjunctivitis, kreatitis, kekeruhan kornea dan lakrimasi. (mata yang berair, bagian warna yang awalnya putih berubah menjadi kemerahan)
  • hewan ternak akan menjulingkan matanya untuk menghindari sengatan matahari, bengkak pada bagian kelopak mata
  • Pada kasus yang berat dapat menimbulkan ulserasi kornea dan kebutaan.
  • Pada kornea mata hewan yang sembuh dari penyakit ini terdapat jaringan parut. (Made, 1997)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *