artikel Kesnak Tutorial Kesehatan Ternak

Penanganan Kondisi Darurat Demam 3 Hari

Yang Harus Anda Lakukan Adalah :

  1. Hubungi tenaga Medis atau konsultasikan kondisi ternak dengan Tenaga Medis terutama Dokter Hewan.
  2. Sembari Menunggu Kedatangan dokter hewan dapat diberikan obat obatan oral ataupun injeksi berupa antibiotik, anti inflamasi , vitamin dan yang paling penting adalah booster metabolisme. Ternak dalam kondisi lemah metabolismenya harus dijaga jangan sampai ternak ngedrop.
  3. Dalam kondisi darurat apabila peternak belum memiliki keahlian injeksi, obat obatan warung dapat digunakan, seperti amoxcylin atau super tetra untuk anti biotik, bodrexcyn atau decolgen untuk anti inflamasi, untuk vitamin bisa memakai hemaviton.
  4. Berikan Gula Jawa guna menambah energi sapi anda.

Ingat Demam 3 Hari Harus Cepat ditangani karena telat penanganannya dapat mengakibatkan Sapi Ambruk.

Selalu Usahakan Memiliki Booster Metabolisme sebaga tindakan preventif.

Sebagai Pengetahuan Dasar, perlu diketahui mengenai golongan jenis obat yang akan dipakai.

Anti-inflamasi adalah kelas obat yang memberikan efek analgesik (antinyeri) dan antipiretik (penurun panas). Terdiri dari dua macam yaitu anti inflamasi non steroid dan anti inflamasi steroid.

Antibiotika adalah kelas obat baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia pada organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah molekul bakteri. Antibiotika berbeda dengan desinfektan dalam hal cara kerjanya, yaitu desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Ada beragam jenis antibiotika, untuk pemakaian antibiotika konsultasikan dengan dokter hewan anda.

Bijak menggunakan antibiotika pada ternak, karena antibiotika memberikan dampak negatif kepada kita selaku konsumen daging.

Booster Metabolisme adalah kelas obat yang bertujuan meningkat metabolisme tubuh.

PENYAKIT DEMAM 3 HARI

Bovine Ephemeral Fever (BEF) adalah salah satu penyakit virus arbo pada sapi dan kerbau, seperti Bostaurus, Bos indicus dan Bos javanicus.

Pada ruminansia lainnya infeksi BEF biasanya tidak menimbulkan gejala klinis. Penyakit BEF sering juga disebut `three days sickness’, stiff sickness, dengue fever of cattle, bovine epizootic fever dan lazy man’s disease.

Penyakit ini ditandai dengan demam selama tiga hari, kekakuan dan kelumpuhan, namun demikian dapat sembuh spontan dalam waktu tiga hari. Oleh karena itu, nama BEF atau demam tiga hari lebih sering digunakan (Yeruham et al. 2007; Zheng et al. 2011).

Gejala Klinis

Gejala klinis yang dapat ditimbulkan akibat infeksi BEF antara lain :

  • Demam tinggi dan mendadak,yang dapat mencapai 41-42°C,
  • nafsu makan berkurang,
  • lemas, kelumpuhan,
  • lakrimasi (keluar air mata)
  • leleran hidung,
  • kekakuan terutama pada sendi-sendi sehingga tidak dapat berdiri (Momtaz et al. 2012).
  • Pada sapi yangsedang laktasi, infeksi BEF dapat menyebabkan produksi susu berhenti total dan kembali berlaktasi setelah sembuh meskipun produksi susu tidak dapat kembali normal seperti sebelum terinfeksi. Lebih lanjut, penurunan produksi susu dapat berkisar antara 34-95% dengan rata-rata 46% (Momtaz et al. 2012).
  • Gejala klinis pada sapi betina bunting menyebabkan abortus, sedangkan pada sapi jantan dapatmenyebabkan sterilitas sementara. Hal ini berakibat pada gagalnya reproduksi ternak baik melalui inseminasi buatan maupun kawin alami.
  • Pada kasus tertentu dapat menimbulkan kematian dalam 1-4 hari setelah mengalami kelumpuhan (Nandi dan Negi1999), namun ternak dapat sembuh spontan setelah 3 hari, yang dapat mencapai 97% dari kasus klinis.
  • Komplikasi penyakit ini dapat menimbulkan pneumonia, mastitis, abortus atau pada pejantan menimbulkan sterilitas sementara (Davies et al. 1984;1990).

TINDAKAN PREVENTIF

Langkah pencegahan penyakit demam tiga hari (BEF) pada sapi untuk para peternak saat menjelang musim hujan.

  1. Jaga kebersihan kandang
  2. Sanitasi dan hegenitas kandang. sanitasi kandang dan lingkungan harus diperhatikan, jumlah ternak pada satu kandang tidak terlalu padat dan alur pembuangan airdan kotoran yang baik. Kondisi tersebut dapat meminimalkan media perkembangbiakan nyamuk vektor dan penyebaran infeksi BEF pada ternak
  3. Berikan vitamin dan metabolisme booster secara rutin minimal sebulan sekali pada sapi untuk memperbaiki kondisi umum.
  4. Berikan Pakan yang mencukupi kebutuhan nutrisinya.
  5. Sebelum diberikan pada sapi, rumput yang masih segar dilayukan terlebih dahulu.

VAKSINASI

Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan cara memberikan vaksinasi BEF , namun vaksin BEF belum beredar di Indonesia.

Pemberian vaksin BEF dapat mengurangi kasus yang ada, namun perlu dipelajari epidemiologi

Hingga saat ini terdapat dua macam vaksin BEF yang beredar, yaitu :

  1. vaksin mati dan
  2. vaksin hidup yang telah diatenuasi.

Umumnya kasus BEF yang ada di Indonesia, sering mengalami komplikasi dengan infeksi bakteri seperti Haemorrhagic Septicaemia (HS). Hal ini telah dilaporkan oleh Ronohardjo dan Rastiko (1982) pada kasus BEF di Jawa Timur. Adanya infeksi HS akan memperparah kondisi sapi tersebut, sehingga vaksinasi HS sangat dianjurkan, mengingat infeksi tunggal BEF jarang menimbulkan kematian. Pemberian vaksin HS ini juga berdampak pada penurunan angka kematian pada sapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *